Proyek ini menunjukkan bagaimana integrasi sistem otomasi SCADA secara signifikan meningkatkan keandalan sistem dan menurunkan biaya operasional.
Latar Belakang: Sistem Lama yang Terbatas dan Tidak Terintegrasi
Sebelum proyek upgrade dilakukan, instalasi tersebut masih menggunakan sistem kontrol manual dan semi-otomatis yang tersebar di beberapa titik proses. Pengumpulan data dilakukan dengan pencatatan manual, pemantauan tekanan dilakukan melalui manometer analog, dan tanggapan terhadap gangguan sering terlambat karena keterbatasan visibilitas sistem.
Dampaknya:
- Rata-rata kehilangan air (Non-Revenue Water) mencapai 38%.
- Konsumsi energi tinggi karena pompa beroperasi statis, tidak menyesuaikan permintaan.
- Keandalan layanan rendah: keluhan pelanggan tentang tekanan dan kontinuitas suplai meningkat.
- Tim operator kewalahan dengan kegiatan inspeksi harian yang tidak efisien.
Solusi: Modernisasi Sistem Menggunakan SCADA Terintegrasi
Melalui kerja sama dengan Wiratama Sistem Integrasi (WSI), dilakukan upgrade menyeluruh terhadap sistem kontrol dan monitoring IPA. Adapun ruang lingkup modernisasi meliputi:
✅ Instalasi Sensor Digital dan IoT Devices
- Sensor tekanan, flowmeter, dan level air digital dipasang di intake, reservoir, dan titik distribusi utama.
✅ Integrasi PLC dan RTU
- Seluruh peralatan proses seperti pompa, valve, dan panel dosing kini dikendalikan melalui PLC yang terhubung dengan SCADA.
- RTU ditempatkan di lokasi terpencil untuk pengawasan jaringan pipa sekunder.
✅ Pembangunan Pusat Kendali dan HMI
- SCADA dikonfigurasikan dengan tampilan visual (mimic diagram) yang mudah dibaca oleh operator.
- Sistem dilengkapi dengan alarm otomatis, tren historis, dan laporan operasional harian.
✅ Pemrograman Otomatisasi Efisiensi Energi
- Pompa kini bekerja berdasarkan level reservoir dan jam beban rendah, menghemat konsumsi listrik hingga 18%.
Hasil dan Dampak Nyata
Dalam waktu 6 bulan pasca implementasi, tercatat sejumlah hasil nyata yang membuktikan keberhasilan transformasi digital ini:
Indikator | Sebelum SCADA | Setelah SCADA
Kehilangan Air (NRW) | 38% | 22%
Konsumsi Energi | Tinggi (tanpa kontrol beban) | Turun 18%
Waktu Respon Gangguan | >4 jam | <15 menit
Kepuasan Pelanggan | 63% (survei) | 91%
Jumlah Inspeksi Manual | 5x per hari | 1x per hari (backup)
Selain efisiensi operasional, sistem baru ini juga memperkuat dokumentasi teknis, pelaporan ke regulator, dan akurasi billing karena data lebih akurat dan terekam otomatis.
Modernisasi yang Terbukti Memberikan Nilai Tambah
Studi kasus ini menunjukkan bahwa investasi pada sistem SCADA bukanlah beban, melainkan enabler efisiensi dan ketangguhan operasional jangka panjang. Dengan pengawasan real-time, pengendalian otomatis, dan kemampuan analisis historis, instalasi air minum kini bisa melayani lebih baik dengan sumber daya yang lebih sedikit.
Jika instansi Anda sedang merencanakan digitalisasi sistem pengolahan air, Wiratama Sistem Integrasi (WSI) siap menjadi mitra teknologi terpercaya. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang otomasi industri, WSI menawarkan solusi SCADA yang fleksibel, scalable, dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
🌐 Kunjungi wsi.co.id untuk konsultasi awal dan studi kelayakan integrasi SCADA pada sistem air Anda. Saatnya upgrade sistem Anda, dijamin hemat biaya dan tingkatkan keandalan.
